Ibu Bumi Diperkosa

Ilustrasi.

(Ibu Bumi terancam kehancuran Kaum perempuan jangan menyerah dan diam)

Awal tahun
Dikala hujan deras turun
Kota kami nyaris tenggelam
Dan menghilang
Dilanda banjir
Akibat penggundulan hutan

Di tempat lainya
Gempa besar melanda
Menghancurkan ribuan rumah
Menjadikan pemukiman
Porak poranda
Bagai tempat pembuangan sampah

Gunung berapi yang terguncang
Menggelontorkan pasir dan debu
Meniupkan awan panas
Membakar atap rumah dan pepopohonan
Menjadikan pemandangan kelabu
Hitam dan kelam

Tanah yang gersang kering
Tercemar pestisida
Mengeras tak bisa ditanami
Bergerak tak terkendali
Menimbulkan petaka longsor
Menimbun rumah dan semua penghuni

Air lautpun bergejolak
Mengantarkan tsunami
Menenggelamkan desa-desa
Dan seluruh penghuninya
Tanpa sempat menyelamatkan diri
Dan mendapatkan pertolongan

Jeritan pilu dan tangisan
Terdengar hingga alam mimpi
Derita kehidupan bergema
Memasuki lorong jiwa
Akankah menyadarkan manusia
Atas laku biadabnya?

Yang melahirkan virus kematian
Akibat laku pemerkosaan alam
Demi keuntungan materi
Dan khayalan kebahagiaan
Terjebak pesona ilusi
Dan nafsu keserakahan

Didukung enerji partriakhi
Sebagai rahim budaya kekerasan
Para ekstrimis dan jagoan
Meluluh-lantakan kehidupan
Untuk sekedar pamer kekuasaan
Tumpang tindih dengan kebodohan

Pembuat bom nuklir atau pelaku bom bunuh diri
Sama tidak warasnya
Biasanya lelaki
Lalu mengajak anak-istri
Untuk mendukung idenya
Membunuh atau menghancurkan apa saja

Akankah kita biarkan kebiadaban
Memusnahkan kehidupan?
Nafsu serakah dan kerakusan
Menghentikan nafasnya?
Dan keangkuhan serta ketamakan
Membinasakan masa depanya?

Kaum perempuan jangan menyerah dan diam
Selamatkan anak-cucu dan masa depan!

Jangan biarkan ideologi patriarkhi mendominasi
Mengumbar birahi dan menganiaya semesta
Menghancur-lebur nilai-nilai dan etika
Menghilangkan kesadaran dan akal
Mencabik-cabik hati dan rasa
Membunuh cinta dan menghidupkan angkara.

Kaum perempuan harus bangkit dan melawan!
Jangan biarkan Ibu Bumi dianiaya dan dihancurkan!

Tempuran Elo-Progo, 2021
Arahmaiani

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s