Tubuh Kedua

Karya ini merupakan komposisi visual yang tersusun dari beberapa gambar yang saya kumpulkan dari majalah dan buku bekas.

Awalnya, karya ini terinspirasi dari buku yang berjudul “The Second Body” (Daisy Hildyard). Di buku itu, si penulis mendeskripsikan bahwa setiap manusia memiliki tubuh kedua yang secara tidak langsung terhubung dengan tubuh makhluk lainnya, baik itu sesama manusia, hewan, tumbuhan, dan elemen alam yang lainnya.

Kolase ini merupakan refleksi hasil pencarian saya dan jawaban atas siapa, apa, di mana, dan bagaimana tubuh kedua saya? Dan selama proses pembuatan karya ini, ada dua kata kunci yang paling mendominasi di dalam kepala saya, dua kata tersebut adalah “tubuh” dan “terhubung”.

Karya ini saya mulai dengan mencari elemen tubuh yang saya tempatkan bagian tengah kolase ini. Jadi di sini, secara tersurat tubuh diwakili oleh tubuh perempuan yang seolah memeluk sebuah pohon atau bunga. Namun, tubuh ini digambarkan hanya setengah sisi saja. Emosi yang ingin saya pancarkan dari situ adalah adanya sesuatu yang kurang lengkap dan adanya kebutuhan akan sisi tubuh lainnya.

Bunga dan daun merupakan elemen yang tidak hanya mewakili alam saja, tetapi juga mewakili berbagai unsur atau hal-hal terdekat di sekitar kita. Keluarga, teman, dan semua orang-orang yang memiliki hubungan dengan kita, langsung maupun tidak langsung.

Setelah menyusun komponen ini, saya kemudian mencari latar belakang di mana saya bisa merebahkan si tubuh ini. Pencarian saya tidak lama, saya lalu menemukan sebuah gambar yang mewakili alam semesta. Gambar tersebut semakin melengkapi cerita dan emosi yang ingin saya sampaikan.

Emosi yang ingin saya pancarkan dengan kolase ini sebenarnya adalah sebuah simbol tubuh perempuan, yaitu vagina. Vagina yang sejak zaman prasejarah telah dijadikan simbol gerbang yang menghubungkan antara surga dan bumi.

Jadi, cerita atau pesan yang saya ingin sampaikan adalah, kita masing-masing sebagai perempuan merupakan sebuah simpul yang menghubungkan satu dengan yang lain. Kita bisa berjalan beriringan, bersuara, dan berjuang untuk satu sama lain.

Tubuh saya mungkin tidak akan nyata dan lengkap tanpa peran tubuh-tubuh yang lain. Sebagai perempuan, tubuh saya adalah bagian dari perempuan yang lain dan akan selalu terhubung dengan mereka. Di mana pun mereka berada.

The vagina was once considered an incredibly sacred thing, the gateway between heaven and planet Earth.

“In order to see your second body, then, we need to move closer. The Earthrise picture shows you the whole world, but you can’t see individual lives in it – only mists, gases and abstract emissions. There is a sense of horror which apparently comes from the fact that your body is a physical thing with porous boundaries. Nobody in the world can be completely insulated from the atmosphere; the atmosphere can be influenced by any living body. Therefore each body is involved with every living thing on earth.”

Barcelona, 27 Maret 2021
Putri Ayusha