Rayakan Hari Kartini Virtual Lintas Batas

Misiyah dari KAPAL Perempuan turut ambil bagian bersuara tentang data

JUMAT (9/4) – Sekolah Virtual Perempuan menyelenggarakan perayaan hari Kartini yang diikuti oleh 63 peserta yang sebagian besar adalah perempuan Indonesia dari berbagai lokasi di tanah air seperti Lombok, Padang, Kupang, Surabaya, Gresik dan Sidoarjo. Acara ini melibatkan komunitas sekolah pererempuan di berbagai lokasi, komunitas perempuan tuli dan para perempuan Indonesia yang tinggal di berbagai negara. Acara pada tahun ini mengambil tema „Melek Data Melek Teknologi“ yang bertujuan agar peserta dalam sekolah perempuan mampu bersikap kritis, tidak mudah percaya hoax dan mampu memanfaatkan teknologi untuk pengembangan diri yang positif.

Acara berisi pembacaan surat yang ditulis para perempuan untuk mengekspresikan pendapat dan pengalaman kesehariannya sesuai profesi dan domisili keberadaannya. Dyah Narang – Huth, pendiri Bengkel Bahasa di Hamburg, Jerman menuliskan surat tentang kecemasan peran ganda yang disematkan pada perempuan itu dianggap sebagai sebuah penindasan yang bersembunyi di balik pujian perempuan itu serba bisa. Sementara Alamanda, perempuan Indonesia yang bermukim di Spanyol menuliskan pengalaman menikah dengan warga negara asing tidak selamanya seperti kisah putri dan pangeran negeri dongeng. Surat lainnya, Ivani, buruh tani yang menjadi penyintas Covid-19 menceritakan pengalaman merasakan getirnya masa pandemi dan kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan di wilayah tempat tinggalnya.

Tak hanya surat, acara ini juga mengundang Ifa Miscbach, Psikolog yang menuliskan puisi „Anak Perempuan Bertanya Pada Tuhan“ sebagai refleksi perempuan yang tidak punya otonomi atas tubuhnya sendiri. Puisi lainnya berjudul „Ibu Bumi Diperkosa“ ditulis dan dibacakan oleh Arahmaiani, Penyair dan Seniman tentang refleksinya atas ancaman lingkungan hidup yang semakin merajalela. Ekspresi lainnya dituangkan oleh Putri Ayusha, Penggiat Kolase yang menampilkan seni kolase yang berjudul „Tubuh Kedua“ dan berhasil mengajak partisipan yang hadir untuk merefleksikan identitas perempuan yang terhubung dengan elemen lainnya. Sebagai pelengkap acara ini, panitia mengajak beberapa perempuan lintas negara dalam segmen Suara Puan untuk berani menyatakan pendapatnya.

Dalam acara ini, Iva Hasanah selaku panitia penyelenggara memperkenalkan program Sekolah Virtual Perempuan sebagai media belajar perempuan lintas batas dan lintas profesi yang nantinya menjadi program reguler. Melalui kurikulum berbasis kebutuhan perempuan dan teknologi, Sekolah Virtual Perempuan diharapkan dapat mengembangkan pengetahuan dan keterampilan yang mumpuni. Sekolah Virtual Perempuan digagas oleh tiga perempuan Indonesia yang berbeda domisili dan profesi yakni Iva Hasanah dari Indonesia, Anna Liwun dari Jerman dan Vinny Flaviana Hyunanda dari Spanyol. Ide ini sebagai keberlanjutan dari sekolah perempuan yang telah ada tetapi tidak bisa berlanjut dikarenakan situasi pandemi dan pembatasan kontak sosial.

Sekolah Virtual Perempuan menawarkan media alternatif untuk belajar bagi perempuan lintas negara, etnisitas, agama, budaya, kelas sosial-ekonomi dan tingkat pendidikan serta profesi; untuk saling bertukar ilmu dan pengalaman lewat cara-cara yang lebih mutakhir. Dengan adanya berbagai plataforma daring dan perangkat yang canggih, kita semua bisa turut berpartisipasi dalam sebuah usaha bersama untuk saling mengisi bagi sesama perempuan. Selain itu, lewat ruang-ruang alternatif seperti ini, para perempuan Indonesia dimanapun kita berada bisa saling mengukuhkan persaudaraan dan menumbuhkan pemikiran kritis untuk kemajuan perempuan Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s