Blog

Bos Perempuan

“Males punya bos perempuan, sukanya merintah-merintah saja, bossy, tapi nggak becus kerja?” “Bos perempuan itu nggak enak, kurang netral. Bila mengambil keputusan suka pakai perasaan.” “Bos perempuan sama dengan cerewet.” Itu kesan para pekerja perempuan (termasuk saya awalnya), bila harus punya bos perempuan. Belum kerja bareng saja, sudah terbayang bagaimana tersiksanya saya punya bos perempuan.Lanjutkan membaca “Bos Perempuan”

Penguasaan Tubuh Perempuan dalam Belenggu Patriarki

Sudah 76 tahun, Agustus menjadi bulan yang sakral bagi bangsa Indonesia. Di bulan inilah bendera merah putih dikibarkan secara serentak di pelosok nusantara. Dengan gembira, seluruh rakyat memeriahkan pesta besar memperingati hari lahirnya Negara Republik Indonesia dan merayakan kemenangan melawan penjajah dengan gegap gempita. Namun sayangnya, perempuan Indonesia masih belum merdeka dari belengu patriarki yangLanjutkan membaca “Penguasaan Tubuh Perempuan dalam Belenggu Patriarki”

Janda dan Kesadaran Estetika Sosial

Kita tentu pernah mendengar selentingan, bahwa perempuan berdandan adalah dalam rangka menarik syahwat lelaki. Sering pula tuduhan itu datang dari sesama perempuan. Sedih kan?  Jika yang berdandan itu seorang janda, apalagi janda muda, terbayang seperti apa gosip dan sas sus perihal itu? Saya pernah ada di posisi tersebut. Sungguh tidak nyaman sebagai perempuan ketika harusLanjutkan membaca “Janda dan Kesadaran Estetika Sosial”

Menjadi Ibu Rumah Tangga, Mengapa Tidak?

Beberapa waktu lalu, aku bertemu dengan kawan-kawan masa kecilku ketika aku menghadiri undangan Reuni Akbar HUT ke-25 Sekolah Menengah Pertama (SMP), tempat aku belajar dulu di Bandung. Mereka adalah sahabat-sahabatku dari sekolah dasar hingga masa perkuliahan. Dari kami berlima, hanya aku yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga. Keempat kawanku merupakan wanita karier sekaligus ibu rumahLanjutkan membaca “Menjadi Ibu Rumah Tangga, Mengapa Tidak?”

Senyumku Sudah Sempurna

Wanita dan kecantikan adalah dua hal yang sudah biasa disandingkan. Walaupun demikian, sampai saat ini belum ada definisi kecantikan yang bisa disetujui oleh semua orang, terutama oleh kaum wanita itu sendiri. Definisi cantik paling mendasar adalah soal kecantikan fisik. Hal ini tidak bisa dipungkiri bahwa keberadaan kecantikan fisik adalah penting walaupun itu bukan hal yangLanjutkan membaca “Senyumku Sudah Sempurna”

Kiprah Advokat Perempuan

Advokat adalah profesi terhormat (officium nobile). Menyandang posisi ini, seorang advokat memiliki kewajiban mulia dalam melaksanakan pekerjaannya, berperilaku terhormat (honorable), murah hati (generous),  dan bertanggung jawab (responsible). Meski tak bisa dipungkiri di lapangan ditengarai ada beberapa Advokat yang menghalalkan segala cara dalam membela kliennya seperti terlibat mafia hukum, merekayasa kasus/alat bukti  hingga menyogok penegak hukum.Lanjutkan membaca “Kiprah Advokat Perempuan”

Berdaya Untuk Merdeka

Pernikahan merupakan pintu gerbang menuju fase kehidupan berikutnya. Kebahagiaan menjadi tujuannya. Banyak faktor menentukan untuk bisa mencapainya antara lain kepribadian, pola asuh, dan latar belakang sosial dari setiap pasangan. Riak-riak kecil hingga konflik besar tentunya menghampiri setiap rumah tangga. Solusi diharapkan hadir hingga didapatkan pelajaran dan pendewasaan untuk keberlangsungan mahligai rumah tangga selanjutnya. Sayangnya tidakLanjutkan membaca “Berdaya Untuk Merdeka”

Perempuan Berkarakter dan Memenuhi Sebuah Panggilan Melayani

“Perempuan adalah bumi, yang menumbuhkan padi dan singkong, tetapi juga yang akhirnya memeluk jenazah-jenazah manusia yang pernah dikandungnya dan disusuinya.” (Y.B. Mangunwijaya, Burung-Burung Rantau) Tulisan ini menceritakan tentang seorang Kepala Sekolah yang sangat legendaris, dari sebuah sekolah perempuan yang terletak di Jakarta Pusat, Santa Ursula. Ia adalah Suster Francesco Marianti, OSU, biarawati dari Ordo UrsulinLanjutkan membaca “Perempuan Berkarakter dan Memenuhi Sebuah Panggilan Melayani”

Cyberfeminism dan Kisah Perempuan-perempuan yang Terbelenggu oleh Media Digital

Cyberfeminism adalah sebuah istilah yang muncul seiring dengan kemajauan teknologi informasi dan komunikasi berbasis internet dalam dua dekade terakhir ini. Istilah ini menjadi semakin populer seiring dengan semakin meluasnya gerakan feminis dengan agenda utamanya yaitu mengusung perjuangan kesetaraan, keadilan dan pemberdayaan perempuan melalui jalur cyberspace (internet). Keberadaan cyberspace ini sangat memungkinkan bagi perempuan untuk mengekspresikanLanjutkan membaca “Cyberfeminism dan Kisah Perempuan-perempuan yang Terbelenggu oleh Media Digital”

Dari C Mayor Menjadi A Minor

Sedari kecil, saya selalu berada dalam lingkungan yang mayoritas dan merasa baik-baik saja. Dunia itu indah dan semua orang adalah orang baik kecuali saat saya beradaptasi dengan dunia baru di taman kanak-kanak. Selebihnya saya melenggang dalam proses belajar yang mudah, banyak teman, dan bahagia hingga di bangku SMA. Saya selalu bersekolah di sekolah negeri. SayaLanjutkan membaca “Dari C Mayor Menjadi A Minor”

Memuat…

Terjadi kendala. Silakan muat ulang halaman dan/atau coba kembali.


Pengikut

Masukkan alamat surel Anda untuk mendapatkan informasi dari kami